LAKUKAN FIELD TRIP ENTERPRENEURSHIP SMP NEGERI 1 BOJONEGORO, BELAJAR BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL DI BALI
Konsep kearifan lokal, kearifan tradisional atau sistem pengetahuan lokal (indigenous knowledge system) adalah pengetahuan khas milik masyarakat yang telah berkembang lama sebagai hasil proses hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Kearifan lokal sendiri tidak hanya berlaku secara lokal pada budaya atau etnik tertentu, tetapi mampu membentuk nilai budaya yang bersifat nasional.
Adalah SMP Negeri 1 Bojonegoro, lakukan kegiatan field trip Enterpreunership tentang budaya adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat. (Kamis, 30/6/2024).
Kegiatan field Trip enterpreunership di laksanakan mulai tanggal 29 Mei sampai 2 Juni 2024.
Untuk lokasi tujuan study budaya kearifan lokal ini diantaranya adalah Desa Adat Panglipuran Kabupaten Bangli serta Kesenian Tradisional Tari Barong di Kabupaten Gianyar.
"Ada banyak hal yang kita bisa pelajari dalam study budaya dan kearifan lokal ini, mulai tata cara budaya adat istiadat, perilaku serta nilai kearifan lokal yang ada dan kesemuanya masih terjaga secara alami,” ujar Waskito, Pembina SMP Negeri 1 Bojonegoro ini.
"kegiatan ini dilaksanakan sebagai pembelajaran beberapa konsep yang nantinya bisa dikemas dan dikembangkan di sekolah, sehingga bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan pengetahuan sosial masyarakat” ujarnya menambahkan.
Farradiva Azzahra Widyanti, kelas 9G peserta field trip Enterpreunership ini menyatakan bahwa "dengan kegiatan mempelajari adat istiadat setempat dan budaya lokal yang ada di pulau dewata Bali ini, kita bisa lebih paham dan mengerti tentang keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia"
Sebagai informasi jumlah peserta yang mengikuti field trip Enterpreunership ke bali SMP Negeri 1 Bojonegoro, total 223 siswa kelas 9 dan pembina 10 serta 2 komite sekolah, serta Selama di Bali siswa akan belajar tentang budaya adat istiadat, budaya kearifan lokal yang ada di pulau seribu pura Bali. (SAB).
Comments
Post a Comment