PERSIAPAN HAUL WALI KIDANGAN MALO BOJONEGORO 18 JULI 2024, WARGA LAKUKAN KERJA BAKTI DI AREA MAKAM SYEKH MUKODAR

Tradisi Haul tak terpisahkan di kalangan Nahdliyin. Secara historis, Haul sejak dulu sudah ada, termasuk di Jawa. Namun ketika walisongo datang ke Nusantara, tradisi tersebut diberi corak dan warna Islam, seperti membaca Al-Qur'an, istighfar, shalawat nabi, kalimat hailalah, doa, dan bersedekah.

Haul Wali Kidangan rutin digelar setiap Jum’at Pahing pada Bulan Muharam setiap tahunnya. 

"Pagi ini warga mulai bersih bersih dan kerja bakti area seputar lingkungan, mulai gapura lanjut anak tangga menuju makam" ucap Nur Salim perangkat desa Sukorejo Malo ini.

Seperti pada tahun tahun sebelumnya, biasanya pada saat haul ribuan peziarah sudah terlihat membanjiri lokasi Makam Mbah Wali Kidangan, baik warga lokal maupun luar Bojonegoro yang ada di Desa Sukorejo, Malo, Bojonegoro.

Nursalim, Kaur Perencanaan Desa Sukorejo menambahkan bahwa menjelang Haul Wali Kidangan pada malam Jum’at lokasi ini menjadi sangat ramai, perkiraan untuk tahun ini haul Akbar wali Kidangan dilaksanakan hari kamis malam Jum'at pahing tanggal 18 Juli 2024.

"Setiap memperingati haul ini habaib atau  kiai dan para sesepuh, akan bercerita kisah-kisah heroiknya saat memperjuangkan dakwah Islam, karamah yang dimilikinya, amaliyah yang dikerjakan setiap hari, dan sebagainya. Semuanya dilakukan agar generasi milenial meneladani, memetik hikmah, ingat pada kematian dan ngalap barakah. Syair bijak bestari menjelaskan soal memgisahkan orang shalih," ujarnya menambahkan 
Wahyu Setiawan, tokoh masyarakat Bojonegoro, mengatakan bahwa "makam Wali Kidangan dipercaya sebagai makam seorang ulama besar bernama Syech Muqodar dari Kasultanan Pajang yang disebut Wali Kidangan, ada pula yang menyebutnya Pangeran Kumbang Ali-Ali. Makam ini tidak pernah sepi peziarah dari berbagai daerah, utamanya pada Bulan Muharram ketika tradisi haul tahunan digelar masyarakat setempat."

"Makam Wali Kidangan sendiri ada di atas bukit Kidangan yang berjarak sekitar 1,5 km dari Jembatan Malo ke arah utara, tepatnya di Desa Sukorejo, Malo. Untuk sampai di lokasi makam ini, peziarah harus menaiki 500 anak tangga menuju keatas bukit. Lokasinya terlihat syakral, namun sangat rindang dan sejuk yang membuat peziarah begitu kerasan berdo’a dan berharap berkah dari ditempat religi ini," ujarnya menambahkan.(why)

Comments

Popular posts from this blog

LATIH KEMANDIRIAN DAN BELAJAR WIRAUSAHA, SISWA SISWI SMP NEGERI 1 BOJONEGORO LAKUKAN STUDY ENTERPRENEUR DI BALI

PONDOK PESANTREN AL ALY BOJONEGORO, LAKUKAN FAMILY GATHERING WUJUD CIPTAKAN IKLIM KERJA YANG HARMONIS DAN UKHUWAH ISLAMIYAH, DI SARANGAN MAGETAN

USUNG TEMA "LANGKAH PASTI PENUH MAKNA" DIES NATALIS KE 82 TAHUN 2025, SMP NEGERI 1 BOJONEGORO, BERLANGSUNG SEMARAK DAN KHIDMAT