SDN KEPATIHAN BOJONEGORO, LAKSANAKAN MPLS TAHUN AJARAN 2026/2027, DENGAN SEMANGAT “MPLS RAMAH”


Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD adalah program pengenalan sekolah yang dirancang edukatif, inklusif, dan menyenangkan. Kegiatan ini MPLS ini bertujuan untuk membantu siswa beradaptasi, mengenali fasilitas sekolah, guru, serta membangun enam fondasi kemampuan dasar anak seperti keterampilan sosial dan kematangan emosi tanpa adanya perundungan.


Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan bagi murid baru, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi para orang tua yang mengantarkan anaknya memulai jenjang pendidikan. Melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan suasana yang menggembirakan, MPLS Ramah membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama.


SDN Kepatihan Bojonegoro, laksanakan MPLS tahun ajaran 2026/2027, dengan semangat “MPLS Ramah” selama lima hari dengan berbagai kegiatan diantaranya Pengenalan lingkungan dan warga sekolah secara interaktif (tur sekolah), pembiasaan dan karakter pengenalan tata tertib, serta refleksi unjuk karya siswa. 


Kepala sekolah SD Negeri Kepatihan Bojonegoro, Nurul Qoniah, SPd, Mpd Menjelaskan "Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tidak hanya memberikan pengalaman menyenangkan bagi murid baru, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi para orang tua yang mengantarkan anaknya memulai jenjang pendidikan.

"Melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan keamanan, kenyamanan, dan suasana yang menggembirakan, MPLS Ramah membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah sejak hari pertama" ujarnya Menambahkan 


Ferikha Restha Pratiwi, S.Pd SD, guru kelas SD Negeri Kepatihan mengatakan bahwa “Kegiatannya seru dan inovatif serta tur keliling sekolah membuat anak-anak mengenal fungsi setiap ruangan, sementara interaksi dengan warga sekolah dan permainan kelompok sangat membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru"


Menurutnya, rasa aman menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan MPLS Ramah. Karena itu, guru berperan sebagai pendamping yang selalu hadir mendampingi murid selama kegiatan berlangsung, mulai dari menyambut murid di gerbang sekolah hingga mendampingi berbagai aktivitas pembelajaran yang dikemas melalui permainan. “Tanpa rasa aman, kenyamanan dan kegembiraan tidak akan tercipta. Kami ingin setiap murid merasa diterima dan percaya diri untuk belajar di lingkungan barunya,” ujar Ferikha Restha Pratiwi menambahkan 


Seperti diketahui, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari upaya mengubah tradisi perpeloncoan menjadi budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Melalui MPLS Ramah, Kemendikdasmen ingin membangun lingkungan sekolah yang menumbuhkan rasa saling menghargai, memuliakan guru, menghormati orang tua, serta mencintai ilmu pengetahuan. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang senantiasa dengan penuh ketulusan memberikan yang terbaik untuk mendidik putra-putri bangsa. Kami juga berterima kasih kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendampingi anak-anak menjadi generasi Indonesia yang hebat,” ujar Mendikdasmen. (ARK)

Comments

Popular posts from this blog

PONDOK PESANTREN AL ALY BOJONEGORO, LAKUKAN FAMILY GATHERING WUJUD CIPTAKAN IKLIM KERJA YANG HARMONIS DAN UKHUWAH ISLAMIYAH, DI SARANGAN MAGETAN

GAK PERLU JAUH... KEMAH WISATA DI BOJONEGORO LEBIH ASYIK DAN MENARIK, KONSEP ROMANTIS JADI BRAND CAMP NIGHT JONEGOROAN