PIPIT ANGGRAINI PUTRI, PENDAMPING ODGJ PASUNG: "TERUS SERUKAN BOJONEGORO BEBAS PASUNG, INI SOAL KEMANUSIAAN
PIPIT ANGGRAINI PUTRI, PENDAMPING ODGJ PASUNG: "TERUS SERUKAN BOJONEGORO BEBAS PASUNG, INI SOAL KEMANUSIAAN
BOJONEGORO – Suara lantang itu terus digaungkan tanpa lelah oleh Pipit Anggraini Putri, relawan pendamping Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasung di Bojonegoro, tak henti menyerukan satu misi: *Bojonegoro Bebas Pasung.
"Bagi saya, ini bukan sekadar program. Ini soal kemanusiaan. Tidak boleh ada lagi warga Bojonegoro yang dirantai, dikurung, atau dipasung hanya karena sakit," tegas Pipit saat ditemui di sela kegiatannya blusukan ke desa-desa.
Perang Melawan Stigma dan Ketidaktahuan
Sebagai garda terdepan, Pipit tahu betul bahwa musuh terbesar bukan ODGJ-nya, melainkan *stigma dan ketidaktahuan keluarga*. Banyak kasus pasung terjadi karena keluarga malu, takut, atau tidak tahu bahwa gangguan jiwa bisa diobati secara medis.
"Tugas kita mendatangi ke keluarga dan menjelaskan pelan-pelan dengan hati, bercerita bahwasanya: "ini keluarga yang sakit, bukan kutukan. Obat ada di Puskesmas, Gratis, dipasung malah tambah parah, " ujar Pipit.
Berkat kegigihannya bersama tim dari Dinkes dan Dinsos, puluhan ODGJ di Bojonegoro telah berhasil dibebaskan dari pasung dan kini menjalani pengobatan rutin.
Seruan Tegas : "Lapor, Jangan Biarkan ada ODGJ pasung disekitar kita"
Pipit Anggraini Putri terus menyerukan kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk tidak tinggal diam jika melihat praktik pasung.
Menurut Pipit, membiarkan pasung sama saja dengan membiarkan pelanggaran HAM terjadi di depan mata, Ia optimistis, dengan gotong royong semua pihak, target *Bojonegoro Bebas Pasung 2027* bisa tercapai. (SAB)
Comments
Post a Comment